Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Padi Secara Organik dengan Produk Nasa

Distributor Nasa Makassar ~ Dalam budidaya pertanian, Hma dan Penyakit kerap menghantui petani, tak sedikit kabar buruk kita dapatkan bahwa kerugian dialami petani karena gagal menanggulangi masalah hama dan penyakit pada tanaman padi.

Kini, sudah selayaknya Petani beralih kepada penggunaan Pestisidan Organik dan Agensi Hayati guna mengatasi persoalan resistensi (kekebalan) hama akibat penggunaan pestisida kimia yang semakin marak dan kadang tidak bijak.

Pengendalian Hama dan Penyakit secara Organik dengan Produk Nasa

HAMA PUTIH (Nymphula depunctalis).

Gejala : Menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi.

Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) menggunakan BVR atau Pestona.

PADI THRIPS (Thrips oryzae).

Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi.

Pengendalian: Semprotkan BVR atau Pestona.

Distributor Nasa Makassar
Distributor Nasa Makassar – nasamakassar.com

ANEKA JENIS WERENG penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera) dan Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep).

Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus.

Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.

Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR- 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah; (2) penyemprotan BVR.

WALANG SANGIT (Leptocoriza acuta). Menyerang buah padi yang masak susu.

Gejala buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak; pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam.

Pengendalian: (1) bertanam serempak, peningkatankebersihan, mengumpulkan dan memusnahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba; (2) penyemprotan BVR atau PESTONA.

 

KEPIK HIJAU (Nezara viridula). Menyerang batang dan buah padi.

Gejala: Pada batang tanaman terdapat bekas tusukan, buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu.

Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur-telurnya, penyemprotan BVR atau PESTONA.

Distributor Nasa Makassar

 

PENGGEREK BATANG PADI terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata), kuning (T. incertulas), bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). Menyerang batang dan pelepah daun.

Gejala: Pucuk tanaman layu, kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut, daun mengering dan seluruh batang kering. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”.

Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan, meningkatkan kebersihan lingkungan, menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati, membakar jerami; (2) menggunakan BVR atau PESTONA.

 

HAMA TIKUS (Rattus argentiventer). Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah.

Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman.

Pengendalian: pergiliran tanaman, tanam serempak, sanitasi, gropyokan, melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu, penggunaan NAT (Natural Aromatic).

 

BURUNG Menyerang menjelang panen, tangkai buah patah, biji berserakan. Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan.

 

PENYAKIT BERCAK DAUN COKLAT. Disebabkan oleh jamur Helmintosporium oryzae.

Gejala: menyerang pelepah, malai, buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi tetap berisi, padi dewasa busuk kering, biji kecambah busuk dan kecambah mati.

Pengendalian: (1) merendam benih di air hangat + POC NASA, pemupukan berimbang, tanam padi tahan penyakit ini.

 

PENYAKIT BLAST. Penyebab: jamur Pyricularia oryzae.

Gejala: menyerang daun, buku pada malai dan ujung tangkai malai. Daun, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. Pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.

Pengendalian: (1) membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varitas unggul Sentani, Cimandiri IR-48, IR-36, pemberian pupuk N di saat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir; (2) pemberian GLIO di awal tanam.

Distributor Nasa Makassar
Distributor Nasa Makassar – nasamakassar.com

BUSUK PELEPAH DAUN. Penyebab: jamur Rhizoctonia sp.

Gejala: menyerang daun dan pelepah daun pada tanaman yang telah membentuk anakan. Menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun.

Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit (2) Penyemprotan CORRIN pada saat pembentukan anakan.

PENYAKIT FUSARIUM. Penyebab: jamur Fusarium moniliforme.

Gejala: menyerang malai dan biji muda menjadi kecoklatan, daun terkulai, akar membusuk.

Pengendalian: merenggangkan jarak tanam, mencelupkan benih + POC NASA dan disebari GLIO atau CORRIN di lahan

PENYAKIT KRESEK/HAWAR DAUN. Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae)

Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. Terdapat garis-garis di antara tulang daun, garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman, daun mengering dan mati.

Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36, IR 46, Cisadane, Cipunegara, menghindari luka mekanis, sanitasi lingkungan; (2) pengendalian dengan Menyemprotkan CORRIN.

 

PENYAKIT KERDIL. Penyebab: virus ditularkan oleh wereng coklat Nilaparvata lugens.

Gejala: menyerang semua bagian tanaman, daun menjadi pendek, sempit, berwarna hijau kekuning-kuningan, batang pendek, buku-buku pendek, anakan banyak tetapi kecil.

Pengendalian: sulit dilakukan, usaha pencegahan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada mengendalikan vector dengan BVR atau PESTONA.

 

PENYAKIT TUNGRO. Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng hijau Nephotettix impicticeps.

Gejala: menyerang semua bagian tanaman, pertumbuhan tanaman kurang sempurna, daun kuning hingga kecoklatan, jumlah tunas berkurang, pembungaan tertunda, malai kecil dan tidak berisi.

Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara, IR 52, IR 36, IR 48, IR 54, IR 46, IR 42 dan mengendalikan vektor virus dengan BVR.